CITA-CITA yang sering diucapkan anak-anak biasanya berangkat dari apa yang dilihat pada orang-orang di sekitarnya dan kemudian dibanggakannya. Sehingga tak ayal bila di kemudian hari, setelah banyak melihat dan mengenal orang hebat yang dibanggakannya, cita- cita yang diucapkan sewaktu masih anak- anak berubah.
Namun tidak demikian dengan Presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Hussein Obama Junior (47). Cita-cita Obama menjadi presiden yang diungkapnya sejak duduk di kelas 3 SD, sampai dewasa tidak berubah. Dan kemudian ia mewujudkan cita-cita yang telah digantungkannya sejak empat hampir 40 tahun lalu.
Rabu (5/11) waktu Indonesia, seluruh dunia menyaksikan Barak Obama mewujudkan cita-citanya menjadi presiden pertama dari ras kulit hitam di negara Adikuasa, Amerika Serikat. Ia mengalahkan rivalnya, John McCain dengan telak.
"Kami tidak menyangka dia bakal mewujudkan cita-citanya yang ia tuliskan itu. Biasanya anak kecil, kalau diminta menyebutkan cita-citanya, hanya apa yang terlitas di pikirannya saat itu. Tapi Berry (nama Obama waktu kecil, Berry Soetoro) ternyata masih menyimpan cita-citanya itu dan sekarang mewujudkan cita-citanya menjadi presiden Amerika Serikat," ungkap Israella Pareira, salah satu mantan gurunya di SD Fransiskus Asisi, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, kepada Persda Network.
Di SD Fransiskus Strada Asisi (sekarang SD Fransiskus Asisi) Menteng Dalam ini Obama mengenyam pendidikan selama tiga tahun, yakni 1968 - 1970. Dia mulai dari kelas 1 sampai kelas 3, bukan seperti informasi yang beredar luas kalau dia hanya setahun di sekolah ini dan tiga tahun di SDN Besuki Menteng. Setelah lama sekolah di Fransiskus Asisi, Obama kecil pindah ke SD Negeri 1 Meteng, Jakarta Pusat, selama satu setengah tahun yakni dari kelas IV sampai pertengahan kelas V.
Selama tiga tahun sekolah di SD Fransiskus Asisi, Obama diajar oleh tiga orang guru, yakni Israella Pareira (guru kelas 1), Cicilia Sugini (guru kelas 2), dan Fermina Sinaga (guru kelas 3). Latar belakang ketiga guru mereka, juga berbeda-beda. Israella Pareira berasal dan dibesarkan dengan berlatar belakang budaya Flores. Cicilia Sugini berlatar belakang Budaya Jaya. Ia berasal dari Jogjakarta. Sementara Fermina Sinaga berlatang belakang budaya Batak.
Mengenai cita-cita Obama ini, Bu Is, demikian panggilan akrab Israella Fareira, mengetahui dari tulisan karangan bebas Obama saat pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut cirita Bu Is, saat duduk di kelas 3, guru menyuruh membuat karangan bebas, sesuka hati anak-anak. Obama ternyata memilih menuliskan cita-citanya ingin jadi presiden.
"Kami bangga. Ternyata anak didik kami bisa mewujudkan cita- citanya. Dia benar-benar terpilih jadi presiden. Luar biasa anak itu. Memang kelihatan pinter dan baik hati dia sejak kecil. Kami menduga bakal menjadi orang besar. Tapi tidak nyangka kalau bisa mewujudkan cita-citanya jadi Presiden. Negara Adikuasa lagi," ujar Is dengan gembira.
SD Fransiskus Asisi selama ini lebih memilih diam. Tidak terlibat hinggar bingar memberikan dukungan pada Obama. "Kami cukup mengirimkan doa saja. Dan kami, sekitar empat bulan lalu membuatkan film dokumenter untuk pembelaan Obama dari tuduhan bahwa di Indonesia dia sekolah di Madrasah. Dia orang baik, orang pinter, harus kita bela. Film dokumenter itu kami kirimkan ke tim sukses Obama untuk dipakai sebagai pembelaan dari tuduhan macam-macam lawan politiknya," katanya.
Israella dan kawan-kawan sesama guru tidak menganggap istimewa jasanya menjadi guru Obama. Itu merupakan kewajiban sebagai guru untuk memberikan yang terbaik buat anak-anak didiknya. "Tapi setelah Obama menang, banyak orang tua murid pada mengusulkan membuat acara merayakan kemenangan Obama. Kami-kami yang sudah pensiun, diundang untuk berkumpul. Senin mendatang (10/11) akan diadakan upacara, khusus untuk menyambut kemenangan Obama," jelas Is.
Selain upacara, siang harinya, pihak sekolah juga akan mengadakan pertemuan antara guru-guru Obama dengan Dubes AS dan Walikota Jakarta Selatan. "Tapi juga belum tahu apa materinya. Kami kan hanya diundang untuk datang. Mungkin diminta untuk memberi motivasi pada anak-anak. Obama merupakan inspirasi bagi anak-anak untuk bertekad mewujudkan cita-citanya," tambahnya.
Sugiharto
Sumber : Persda Network

Loading...



0 komentar:
Posting Komentar