26 Nov 2008

Membuat welcome screen

Mungkin teman-teman pernah berkunjung ke salah satu blog yang dimana blog itu memunculkan menu popup segera setelah blog tersebut di load....
Ok deh biar ga pusing ini contoh blog saya, yang menggunakan menu popup sebagai welcome screenya ....http://dedeharyadi.co.cc


Bagaimana tertarik agar dapat memiliki welcome seperti itu....????
Makanya baca sampai selesai ya..........



Cara untuk membuat popup yang akan dieksekusi segera setelah blog itu di load tidak lah begitu sulit ......
bagi teman-teman yang menginginkan hal tersebut, ikutilah cara-cara berikut ini.......

Yang pertama masuklah ke edit HTMLnya blog teman-teman sendiri, kalau sudah sekarang tinggal copy pastekan kode berikut ini pada blog teman-teman........

<script type='text/javascript'>
var name = prompt("..:Welcome:.. ");


kalau udah sekarang tinggal menambahkan kode berikut ini pada akhir kode diatas tersebut...
</script>


CLUE::
hal penting dari kode diatas adalah kata-kata yang dapat kamu mengerti, (maksudnya kata-kata yang bukan bahasa scriptya javascript) ngerti kan....

nah kata-kata itu dapat kalian ganti dengan apa aja yang teman-teman inginkan!!!

GImana gampang bukan

happy blogging!!!

7 Nov 2008

Obama Sejak SD Bercita-cita Presiden

Obama Sejak SD Bercita-cita Presiden
Israella Fareira, salah satu guru Obama saat duduk di kelas SD Fransiskus Asisi Menteng.
Jumat, 7 November 2008 | 17:20 WIB

CITA-CITA yang sering diucapkan anak-anak biasanya berangkat dari apa yang dilihat pada orang-orang di sekitarnya dan kemudian dibanggakannya. Sehingga tak ayal bila di kemudian hari, setelah banyak melihat dan mengenal orang hebat yang dibanggakannya, cita- cita yang diucapkan sewaktu masih anak- anak berubah.

Namun tidak demikian dengan Presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Hussein Obama Junior (47). Cita-cita Obama menjadi presiden yang diungkapnya sejak duduk di kelas 3 SD, sampai dewasa tidak berubah. Dan kemudian ia mewujudkan cita-cita yang telah digantungkannya sejak empat hampir 40 tahun lalu.

Rabu (5/11) waktu Indonesia, seluruh dunia menyaksikan Barak Obama mewujudkan cita-citanya menjadi presiden pertama dari ras kulit hitam di negara Adikuasa, Amerika Serikat. Ia mengalahkan rivalnya, John McCain dengan telak.

"Kami tidak menyangka dia bakal mewujudkan cita-citanya yang ia tuliskan itu. Biasanya anak kecil, kalau diminta menyebutkan cita-citanya, hanya apa yang terlitas di pikirannya saat itu. Tapi Berry (nama Obama waktu kecil, Berry Soetoro) ternyata masih menyimpan cita-citanya itu dan sekarang mewujudkan cita-citanya menjadi presiden Amerika Serikat," ungkap Israella Pareira, salah satu mantan gurunya di SD Fransiskus Asisi, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, kepada Persda Network.

Di SD Fransiskus Strada Asisi (sekarang SD Fransiskus Asisi) Menteng Dalam ini Obama mengenyam pendidikan selama tiga tahun, yakni 1968 - 1970. Dia mulai dari kelas 1 sampai kelas 3, bukan seperti informasi yang beredar luas kalau dia hanya setahun di sekolah ini dan tiga tahun di SDN Besuki Menteng. Setelah lama sekolah di Fransiskus Asisi, Obama kecil pindah ke SD Negeri 1 Meteng, Jakarta Pusat, selama satu setengah tahun yakni dari kelas IV sampai pertengahan kelas V.

Selama tiga tahun sekolah di SD Fransiskus Asisi, Obama diajar oleh tiga orang guru, yakni Israella Pareira (guru kelas 1), Cicilia Sugini (guru kelas 2), dan Fermina Sinaga (guru kelas 3). Latar belakang ketiga guru mereka, juga berbeda-beda. Israella Pareira berasal dan dibesarkan dengan berlatar belakang budaya Flores. Cicilia Sugini berlatar belakang Budaya Jaya. Ia berasal dari Jogjakarta. Sementara Fermina Sinaga berlatang belakang budaya Batak.

Mengenai cita-cita Obama ini, Bu Is, demikian panggilan akrab Israella Fareira, mengetahui dari tulisan karangan bebas Obama saat pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut cirita Bu Is, saat duduk di kelas 3, guru menyuruh membuat karangan bebas, sesuka hati anak-anak. Obama ternyata memilih menuliskan cita-citanya ingin jadi presiden.

"Kami bangga. Ternyata anak didik kami bisa mewujudkan cita- citanya. Dia benar-benar terpilih jadi presiden. Luar biasa anak itu. Memang kelihatan pinter dan baik hati dia sejak kecil. Kami menduga bakal menjadi orang besar. Tapi tidak nyangka kalau bisa mewujudkan cita-citanya jadi Presiden. Negara Adikuasa lagi," ujar Is dengan gembira.

SD Fransiskus Asisi selama ini lebih memilih diam. Tidak terlibat hinggar bingar memberikan dukungan pada Obama. "Kami cukup mengirimkan doa saja. Dan kami, sekitar empat bulan lalu membuatkan film dokumenter untuk pembelaan Obama dari tuduhan bahwa di Indonesia dia sekolah di Madrasah. Dia orang baik, orang pinter, harus kita bela. Film dokumenter itu kami kirimkan ke tim sukses Obama untuk dipakai sebagai pembelaan dari tuduhan macam-macam lawan politiknya," katanya.

Israella dan kawan-kawan sesama guru tidak menganggap istimewa jasanya menjadi guru Obama. Itu merupakan kewajiban sebagai guru untuk memberikan yang terbaik buat anak-anak didiknya. "Tapi setelah Obama menang, banyak orang tua murid pada mengusulkan membuat acara merayakan kemenangan Obama. Kami-kami yang sudah pensiun, diundang untuk berkumpul. Senin mendatang (10/11) akan diadakan upacara, khusus untuk menyambut kemenangan Obama," jelas Is.

Selain upacara, siang harinya, pihak sekolah juga akan mengadakan pertemuan antara guru-guru Obama dengan Dubes AS dan Walikota Jakarta Selatan. "Tapi juga belum tahu apa materinya. Kami kan hanya diundang untuk datang. Mungkin diminta untuk memberi motivasi pada anak-anak. Obama merupakan inspirasi bagi anak-anak untuk bertekad mewujudkan cita-citanya," tambahnya.


Sugiharto
Sumber : Persda Network

23 Okt 2008

The Power of Self Introspection


Mengapa Perlu Introspeksi

Sebuah kapal yang akan berlayar pasti membutuhkan petunjuk arah. Namun tak kalah pentingnya adalah selalu mengetahui posisi yang benar ketika di lautan lepas. Karena sedikit kekeliruan membuat kapal tersesat dan kehilangan arah.

Demikian halnya kehidupan kita. Secara berkala kita perlu evaluasi. Ada banyak peristiwa dimana kita harus belajar dan membiasakan introspeksi diri. Bercermin untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan pribadi, agar dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.

Introspeksi diri sangat diperlukan karena :

  • Proses tidak selalu berjalan konstan
  • Pengalaman yang serupa tidak selalu memberi hasil yang sama
  • Selalu ada keterbatasan dan perbedaan sudut pandang
  • Tiap masalah memiliki titik kritis tersendiri.


Bagaimana membangun sikap introspeksi diri

1. Memahami kelemahan pribadi

Introspeksi diri diawali dengan sikap rendah hati. Menyadari bahwa kita tidak luput dari kekeliruan atau kesalahan. Orang yang sombong tidak mau melakukan evaluasi diri karena selalu merasa benar. Akibatnya tidak ada pertumbuhan pribadi, karena hanya bersikap menyalahkan orang lain, situasi atau bahkan Tuhan.

Memahami titik kritis berarti memiliki sikap waspada dan antisipasi. Kemampuan untuk menjaga diri dan mewaspadai situasi sebelum terjadi hal-hal yang fatal.

2. Agenda introspeksi

Kapan dan apa saja dalam diri kita yang perlu untuk dievaluasi?
Pertama, sebelum melakukan sesuatu. Ada pepatah mengatakan bahwa orang yang mau membangun menara pasti akan memperhitungkan anggaran biayanya. Introspeksi dalam hal langkah awal yang harus dilakukan, bagaimana rencana dan kesanggupan atau sumber-sumber yang kita miliki.

Kedua, ketika sedang melakukan sesuatu. Introspeksi diperlukan untuk mencegah agar tidak terlanjur lebih jauh lagi jika ternyata ada kekeliruan. Hal-hal yang perlu di evaluasi adalah metode dan cara, asumsi dan pandangan, pengetahuan dan keahlian yang digunakan. Proses antisipasi titik kritis dan langkah-langkah perbaikan jika diperlukan.

Ketiga, setelah melakukan sesuatu. Pengalaman selalu merupakan guru yang terbaik. Introspeksi diri berguna untuk tindakan perbaikan atau recovery jika terjadi kekeliruan. Atau menjadi pembelajaran agar kelak kita tidak mengulang kesalahan yang sama.

3. Proses menuju pribadi yang lebih baik

Introspeksi diri bukan berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri. Tetapi bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Orang yang sulit melakukan introspeksi diri cenderung bersikap kekanak-kanakan. Karena kedewasaan dan kematangan pribadi lahir dari keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri.

The Word of Wisdom
Pengalaman tanpa pembelajaran adalah sia-sia,
pembelajaran tanpa pengalaman adalah hampa.

DEDE's Template by : dede projeck