18 Jan 2008

KEBIASAAN KE EMPAT: “BERPIKIRLAH MENANG-MENANG”

Berpikir menang-menang (Win-Win) adalah sikap hidup, suatu kerangka berpikir yang menyatakan: “ Saya dapat menang, demikian juga kamu; kita dapat menang”. Berpikir menang-menang merupakan dasr untuk dapat hidup berdampingan dengan orang lain. Berpikir menang-menang dimulai dengan kepercayaan bahwa kita adalah setara, tidak ada yang diatas atau dibawah orang lain. Hidup bukanlah kompetisi. Mungkin kita menjumpai bahwa dunia bisnis, sekolah, keluarga, olah raga adalah dunia yang penuh kompetisi, tetapi sebenarnya kita sendiilah yang menciptakan dunia kompetisi. Hidup sebenarnya adalah relasi dengan orang lain. Berpikir menang-menang bukanlah berpikir tentang menang-kalah, kalah-menang ataupun kalah-kalah.

I. Win-Lose (Menang-Kalah)

Paradigma ini menyatakan “ Jika saya menang kamu kalah”. Dalam gya ini orang cenderung menggunakan kekusaan, jabatan, mandate, barang milik, atau kepribadian untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan mengorbankan orang lain. Dnegan paradigma ini seseorang akan merasa berarti jika ia dapat menang berarti orang lain kalah. Ia akan merasa terancam dan iri jika orang lain menang, sebab ia berpikir jika orang lain menang pasti dirinya kalah. Jika menangpun sebenarnya ia diliputi rasa bersalah, karena ia menganggap kemenangannya pasti mengorbankan orang lain, pihak yang kalah pun akan menyimpan rasa kecewa, sakit hati dan mersa diabaikan.

II. Lose-Win (Kalah-Menang)

Dalam gaya ini seseorang tidak mempunyai tuntutan, visi, misi, harapan. Ia cenderung cepat menyenangkan atau memenuhi tuntutan orang lain. Ia mencari kekuatan dari popularitas atau penerimaan. Karena paradigma ini lebih mementingkan popularitas atau penerimaan maka menang bukanlah hal yang utama akibatnya banyak perasaan yang terpendam dan tidak terungkapkan sehingga akan menyebabkan penyakit psikosomatik seperti sesak napas, saraf, gangguan system peredaran darah yang merupakan perwujudan dari kekecewaan dan kemarahan yang mendalam.

III. Lose-Lose (Kalah-Kalah)

Biasanya terjadi jika dua pihak?orang yang bertemu sama-sama mempunyai paradigma menang-kalah. Karena keduanya tidak bisa bernegosiasi secara sehat, maka mereka berprinsip “ jika tidak ada yang menang lebih baik semuanya kalah”. Mereka berpusat pada musuh, yang ada hanya perasaan dendam tanpa menyadari jika orang lain kalah dan dirinya kalah sama saja dengan bunuh diri.

IV. Win (Menang)

Orang yang bermentalitas menang tidak harus menginginkan orang lain kalah. Yang penting adalah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang bermentalitas menang menjadi egois dan akan mencapai tujuannya sendiri. Jika hal ini menjadi pola hidupnya maka ia tidak akan bisa akrab dengan orang lain, merasa kesepian, dan sulit keja sama dalam tim.

V. Win-win (Menang-Menang)

Menang-Menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus-menerus mencari keuntunga bersama dalam semua interaksi. Paradigma ini memandang kehidupan sebagai arena kerja sama, bukan persaingan. Berpikir menang-menang berarti mengusahakan semua pihak merasa senang dan puas dengan pemecahan masalah atau keputusan yang diambil, sehingga dapat memunculkan kerja sama kreatif. Pada paradigma menang-menang ada nilai-nilai universal yang dipertimbangkan seperti kejujuran, keadilan, integritas, keseimbangan, sikap hormat, tanggung jawab, dll.

0 komentar:

DEDE's Template by : dede projeck