18 Jan 2008

KEBIASAAN KELIMA: “ BERUSAHALAH DULU MEMAHAMI, BARU DIPAHAMI”.


Jika setiap orang hanya menuntut untuk dipahami lebih dulu, maka tidak ada seorangpun yang akan dipahami.

Tetapi jika setiap orang mau memahami lebih dulu, maka setiap orang akan dipahami

Untuk dapat memahami orang lain, kita harus mampu mendengarkan orang lain dengan sungguh-sungguh dan empatik. Empatik artinya dapat menangkap dan memahami perasaan orang lain. Kita dapat mendengarkan dengan sungguh-sungguh atau memahami dengan empatik apabila:

  • Kita mendengarkan dengan penuh pengertian, yaitu mendengarkan dengan mata, hati dan telinga. Artinya kita tidak terbawa pada pikiran kita sendiri atau melamun. Tidak pura-pura mendengarkan, atau hanya mendengarkan apa yang ingi kita dengarkan. Tidak hanya sekedar mendengarkan kata-katanya saja sehingga tidak memahami arti dari seluruh apa yang dikatakannya. Memahami orang lain dapat pula dengan melihat ekspresi tubuhnya, intonasi suaranya, dan kata-kata yang dipergunakannya.
  • Mendengarkan sesuai dengan kerangka berpikir orang yang kita dengarkan. Disini kita tidak terbelenggu oleh perasaan kita sendiri, tetapi kita berusaha memahami perasaannya. Perasaan itu tercermin dari kata-kata yang diucapkan, intonasi suara, dan mimik atau ekspresi wajah pada saat dia mengucapkan kata-kata tersebut.
  • Kita dapat menjadi cermin, artinya kita tidak menilai, tidak memberi nasehat, tetapi kita hanya merefleksikan apa yang ada dalam dirinya, sehingga kita dapat mengulangi apa yang dikatakannya sesuai maksud atau artinya, walaupun memakai kata-kata kita sendiri dengan penuh kehangatan dan pengertian.

Inti tanggapan empatik adalh berusaha mengerti orang lain, bukan utuk menjawab, memanipulasi, atau mengendalikan orang lain. Mendengarkan dan menanggapi secara empatik tidak mengacu pada ketrampilan menirukan apa yang dikatakan oleh orang lain, tetapi mengacu pada usaha untuk masuk dalam kerangka berpikir orang lain, mengerti perasaan orang lain, dan mendengarkan dengan mata, hati dan telinga. Jadi dalam komunikasi yang empatik, tanggapan kita tidak maksudkan untuk:

  • Menasihati, yaitu memberikan penilaian, mengoreksi dan ingin menyatakan apa yang seharusnya atau sebaiknya dilakukan oleh orang lain untuk memecahkan masalahnya. Biasanya nasihat diberikan berdasarkan pengalaman kita sendiri.
  • Menyelidiki, yaitu mengajukan pertanyaan berdasarkan kerangka berpikir kita sendiri,
  • Menafsirkan, yaitu berusaha memahami orang lain serta menjelaskan motif dan perlaku mereka berdasarkan motif dan perilaku kita sendiri,
  • Mendukung, yaitu memberikan simpati dengn tujuan untuk meringankan beban orang lain. Dukungan biasanya berupa bimbingan yang apabila kita gunakan secara tergesa-gesa dan tidak hati-hati justru akan menimbulkan kesan bahwa kita merendahkan orang lain.

Keempat tanggapan yang tidak empatik tersebut, akan membuat orang lain merasa tidak berharga, dicurigai, dan dianggap sebagai anak kecil.

Setelah kita mampu memahami orang lain, kita perlu dipahami orang lain sehingga dapat terjalin komunikasi interpersonal yang baik. Untuk dapat dipahami orang lain, perlu beberapa persyaratan yaitu:

Ø Kredibilitas/kepercayaan. Agar dipahami orang lain kita perlu menjadi pribadi yang dapat dipercaya: dipercaya karena kemampuan, ketrampilan, integritas, atau niat baik kita. Apabila seseorang menjadi pribadi yang tidak dapat dipercaya, maka apapun yang dikatakan tidak dapat dipercaya; dan akhirnya dia tidak akan dipahami orang lain. Kepercayaan perlu dibangun terus, sedikit demi sedikit sehingga kita betul-betul menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

Ø Relasi atau hubungan yang baik hubungan yang baik adalah hubungan yang selaras, harmonis, yang dapat menyentuh hatidan dapat dirasakan oleh orang lain. Hubungan yang tidak baik antara seseorang dengan orang lain, tidak memungkinkan terjadinya sikap saling memahami.

Ø Kemempuan untuk mengungkapkan diri. Orang lain tidak dapat memahami diri kita apabila kita tidak membuka diri untuk mengungkapkan isi pikiran dan perasaan kita. Kita perlu berlatih untuk mengungkapkan pengalaman, pendapat, perasaan kita baik yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan sehingga orang lain dapat memahami kita.

0 komentar:

DEDE's Template by : dede projeck